
Menurut dia, diselenggarakannya perlombaan ‘Bilun’ ini dalam rangka untuk menggairahkan kembali permainan tradisional khas masyarakat Bangka Belitung.
“Lomba Bilun ini dipilih agar kita mengingat kembali sejarah dan mengulang kembali masa-masa kecil serta bentuk nostalgia bagi para guru di Hari Guru Nasional ini,” jelasnya.
Selain itu, Giri menyebutkan bahwa digelarnya perlombaan Bilun ini dalam rangka untuk memperkenalkan permainan tradisional Bilun kepada guru-guru yang bukan berasal dari Bangka Belitung asli.
“Ini juga langkah kami untuk menumbuhkan semangat nasionalisme melalui permainan tradisional. Mudah-mudahan di acara Hari Guru Nasional tahun depan, semakin banyak permainan tradisional yang bisa kita perlombakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sungaiselan, Deni Andriyanto menyebutkan, selain lomba Bilun, ada beberapa perlombaan lainnya yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Guru Nasional tahun ini.