
Pentolan Formanpis itu juga menyampaikan ucapannya terimakasih kepada PT. Timah melalui mitranya sudah membantu pembiayaan pengerukan alur muara menggunakan Excavator ( alat berat )
“Setau saya dari aktivitas ponton isap produksi mitra PT. Timah di depan mulut muara itu, ada biaya yang diambil untuk beli BBM yang digunakan alat berat mengeruk alur muara. Kita berterima kasih lah kepada mitra dan PT. Timah yang sudah membantu. Namun sifatnya itu sementara, nah kita tagih janji Gubernur Babel agar ada solusi yang permanen. Kita minta jangan ada pembiaran, kita tidak berharap banyak dng PT. Timah , nah kalau tidak ada lagi timahnya bagaimana ? apakah masih ada aktivitas Tambang Inkonvensional ( TI ) yang mau bekerja sambil dalami alur muara? Kita berharap ada perusahaan yang memang bisa mendalami alur muara,” tutupnya.