
“Tenaga gizi dapat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang tergabung dalam konvergensi penanganan stunting. Koordinasi yang baik menjadi jalan untuk melaksanakan berbagai program intervensi yang tepat. Jangan sampai anak stunting diberikan asupan makanan berlebihan dalam jangka waktu yang lama, karena akan menyebabkan munculnya masalah gizi baru yaitu obesitas,” tambah Ratmawati.
Saat ini menurutnya lokus stunting sudah tersebar di semua wilayah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bangka Belitung.
“Bersama kita bisa mencegah terjadinya stunting dan obesitas, dengan memberikan intervensi gizi yang tepat serta melakukan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan tersebut. Penanganan stunting dilakukan dengan intervensi gizi spesifik yang berfokus pada penanganan 1000 Hari Pertama Kehidupan balita dan intervensi gizi sensitif dengan melibatkan berbagai sektor diluar Kesehatan,” jelasnya.
Sementara Ketua Persagi Kota Pangkalpinang, Laily Latifah, SKM mengatakan kegiatan seminar tersebut akan terus dilakukan setiap tahunnya.