
Wanita yang juga menjabat Ketua DPD Asosiasi Dietisien Indonesia atau AsDI Bangka Belitung itu juga mengatakan stunting atau tinggi badan yang rendah menurut umur merupakan masalah pertumbuhan yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak mencukupi dalam jangka panjang ditambah dengan adanya penyakit, terutama selama 1000 hari pertama kehidupan.
“Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi terutama pada masyarakat dengan tingkat rumah tangga miskin. Faktor lain penyebab stunting karena ketidakcukupan pangan, sanitasi buruk, tidak tersedianya air bersih, sulitnya akses pelayanan kesehatan, dan perilaku terkait Kesehatan,” tambah Ratmawati.
Sementara kegemukan atau obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia.
“Faktor risiko terjadinya obesitas disebabkan kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi buah sayur, serta tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak. Obesitas dapat dicegah dengan Gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas,” ujarnya.