Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Gegara Gas Langka, Emi Tak Bisa Masak Lauk untuk Lebaran

795
×

Gegara Gas Langka, Emi Tak Bisa Masak Lauk untuk Lebaran

Sebarkan artikel ini
images 65
Foto ilustrasi gas langka (net)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Warga asal Desa Penyak, Emi mengaku tak bisa memasak lauk untuk disantap saat lebaran Idul Adha besok, Kamis (29/6/2023) karena kehabisan gas LPG.

Bahkan, ia mengaku sudah berkeliling mencari gas tersebut, namun tak ada yang menjual.

“Nyampai kurau nyarinya, gak ada yang jual gas LPG 3 Kg. Bingung mau cari dimana. Padahal besok lebaran, toko juga pada tutup. Gak masak daging saya, ” ucapnya kepada intrik.id, Rabu (28/6/2023).

“Kalaupun ada pasti sudah mahal dijual eceran. Tapi gak masalah sebenarnya, yang penting ada. Karena kalau 12 Kg terlalu mahal buat keluarga kami,” lanjutnya.

Ibu satu orang anak itu juga mengaku, kejadian seperti sering terjadi menjelang lebaran. Hal ini juga memicu beberapa bahan pokok termasuk daging.

“Gas emang sering langka di Penyak kalau menjelang lebaran. Ditambah lagi harga bahan pokok pasti naik. Double, ” ujarnya.

Ema juga menyebutkan, jika tetangganya sampai menumpang masak di tetangga lain karena kelangkaan gas ini.

“Saking langka gas di Penyak, orang sampai numpang masak di tetangga. Iya kalau tetangga sedang ada, kalau sama-sama gak ada gimana. Gigit jari bareng gitu, ” tegasnya.

Ema berharap, adanya Pengendalian yang dilakukan oleh pemerintah mengingat pemerintah sendiri yang bilang bahwa stok gas aman menjelang Idul Adha ini.

“Kemaren pemerintah sendiri yang bilang aman. Sekarang buktinya langka. Tolong dong Pengendalian untuk gas,” katanya.

Sementara itu, Ketua LBH Milenial Bangka Tengah Dodoy menduga, ada permainan tentang kelangkaan gas LPG 3 Kilogram ini.

“Pasti ada oknum yang bermain sampai-sampai gas saja bisa selangka ini. Bagaimana nasib masyarakat kecil yang mau meraya Idul adha. Harusnya ada sidak ke semua agen, ” ucapnya kepada intrik.id.

Dodoy menyebutkan, kelangkaan ini akan terus terjadi jika tidak ada Pengendalian dan ketegasan oleh Pemerintah untuk menindaklanjuti kasus kelangkaan gas ini.

“Kalau pemerintah saja acuh, gak ada sidak, gak liat stok juga di agen dan tidak menindak oknum-oknum nakal, ya pasti ulang terus setiap tahunnya, ” ujarnya.

Dodoy menegaskan, pihaknya akan melaporkan setiap orang yang melakukan kecurangan dan merugikan masyarakat terutama di desa Penyak ini. (Erwin)

 

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas