
“Semoga dengan cukur rambut saya ini, menjadi simbol KPK dibersihkan dari semua pelaku kejahatan tindak pidana korupsi,” tegas Novel Baswedan.
“Termasuk juga terhadap pimpinan-pimpinan lainnya yang diduga berbuat tindak pidana korupsi,” lanjutnya.
Selain cukur rambut dan membawa poster, dalam aksi tersebut terlihat pula karangan bunga bertuliskan “Turut Berduka Cita”. Sebagai ungkapan rasa keprihatinan terhadap apa yang terjadi di tubuh KPK.
Ditetapkannya Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan, juga mengundang rasa prihatin banyak masyarakat di Indonesia.