
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Empat santriwati Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat mendapat kesempatan membawa nama Kabupaten Bangka dalam cabang olahraga (cabor) drumband pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Bangka Belitung 2026.
Keikutsertaan mereka menjadi momen tersendiri karena drumband untuk pertama kalinya resmi dipertandingkan dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Pertandingan berlangsung pada 5–8 November 2026, dengan lokasi kegiatan di Kompleks Perkantoran Gubernur dan Stadion Depati Amir, Pangkalpinang.
Sebanyak enam dari tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung mengirimkan kontingen untuk mengikuti cabor yang baru masuk dalam agenda Porprov tersebut.
Empat santriwati Bahrul Ulum yang memperkuat kontingen Kabupaten Bangka terdiri dari tiga siswi SMA Plus Bahrul Ulum dan satu siswi MTs Plus Bahrul Ulum.
Ketua Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, Drs. H. Syaiful Zohri, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada para santriwatinya untuk tampil membawa nama daerah.
“Kami sangat bangga melihat anak-anak kami terlibat dalam ajang provinsi ini. Terima kasih telah membawa nama baik Kabupaten Bangka sekaligus nama lembaga kita. Semoga pengalaman berharga ini tidak hanya menghasilkan prestasi di atas panggung, tetapi juga membentuk karakter kedisiplinan, kebersamaan, dan kepercayaan diri yang tinggi bagi kalian semua,” ujarnya.
Ia berharap keikutsertaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan mengikuti berbagai kompetisi positif.
Debut di Porprov, Disiplin Jadi Modal Utama
Pelatih drumband, Putra Pratama, mengatakan keikutsertaan tim dalam Porprov VII Babel merupakan pengalaman besar, terlebih bagi peserta yang baru pertama kali tampil di ajang tingkat provinsi.
Ia mengapresiasi kerja keras para anggota tim yang telah menjalani latihan hingga akhirnya mendapat kesempatan berlaga.
“Terima kasih kepada seluruh anggota tim atas kerja keras dan semangat kalian selama latihan hingga hari pertandingan. Ini adalah pengalaman pertama bagi banyak dari kita, dan keberanian untuk tampil di panggung provinsi sudah merupakan kemenangan tersendiri,” ungkapnya.
Menurut Putra, kekompakan dan disiplin menjadi modal penting dalam penampilan drumband. Setiap anggota harus saling mendukung dan percaya terhadap kemampuan tim untuk memberikan hasil terbaik.
Kehadiran drumband dalam Porprov VII Babel juga membuka ruang baru bagi pembinaan olahraga dan kreativitas generasi muda di daerah.
Bagi empat santriwati Bahrul Ulum, kesempatan memperkuat kontingen Kabupaten Bangka menjadi pengalaman berharga sekaligus pembuktian bahwa lingkungan pendidikan pesantren juga dapat melahirkan generasi yang aktif dan berprestasi di luar ruang kelas.