Empat Bulan Kerja Tanpa Gaji, Bidan Honorer Puskesmas Simpang Rimba Diperlakukan Tidak Adil

    Caption : Tampak Depan suasana puskesmas Simpang Rimba

    BANGKA SELATAN.SIMPANG RIMBA. INTRIK.ID – Bagaimana jika kita diperlakukan tidak adil ditempat kita bekerja? Tentunya kita akan merasa sakit hati dan sedih. Kisah seperti ini terjadi di Kabupaten Bangka Selatan, Menimpa seorang Honorer bernama Erda Wati, dimana dirinya sudah Empat Bulan bekerja di Puskesmas Simpang Rimba, Namun begitu keluar Surat Keputusan ( SK ) Honorer atas nama orang lain.

    Sebelumnya Erda Wati bekerja di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Pangkalpinang, namun ada tawaran kerja di Puskesmas Simpang Rimba. Diketahui Erda Wati berasal dari Desa Permis, Kabupaten Bangka Selatan.

    “Sebelum ditawari bekerja di Puskesmas Simpang Rimba,saya bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Pangkalpinang.saya menggantikan bidan honor yang pindah kerja di salah satu rumah sakit di kabupaten Basel.saya bekerja tidak menerima gaji karena saya memang sk nya belum kluar…tetapi kepala Pukesmas ( Kampus ) lama sudah mengusahakan sk kami…setelah pergantian kapus kami diajak rapat terkait dengan sk honor kami,” kata Erda Wati, Selasa ( 13/9/2022) siang.

    Dari hasil rapat tersebut nama Erda Wati tidak ada, walaupun sudah bekerja Empat Bulan tanpa gaji.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “kesimpulan rapat oleh kapus kami tidak diizinkan bekerja selama SK honor kami belum keluar. Dan setelah SK nya keluar sekarang ternyata nama saya tidak ada dan digantikan oleh bidan lain diluar pegawai puskesmas simpang rimba.
    Saat bekerja di puskesmas sp.rimba kondisi saya sedang hamil dan saya Pergi pulang dari pangkalpinang- Simpangrimba,” ujar Erda Wati.

    Erda Wati juga berharap kalau perlakuan tidak adil menimpa dirinya supaya disambungkan dengan Presiden Jokowidodo.

    “Terlalu rapuh hancur kehidupan saya
    Mama ku juga sudah meninggal dunia Tolong ya pak sambungkan saya ke pak jokowidodo, Hari ini ( Selasa 13/9/2022) tepatnya saya berduka cita Mama saya meninggal pergi selamanya,” ungkapnya sedih.

    Terpisah kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan dr. Agus P saat dikonfirmasi INTRIK.ID perihal Erda Wati hanya mengatakan kordinasi kepala BKD.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Mgkin lebih tepatnya di konfrmasi dg BKD krna SK ni dari BKD, Pak yitno ya,” jawabnya

    Kepala Badan Kepegawaian ( BKD ) Bangka Selatan Suprayitno saat dihubungi INTRIK.ID mengatakan pihaknya mengeluarkan SK Sesuai usulan.

    “Siap koordinasikn dg Dinkes yaa,Krn BKD eksekusi berdasarkan usulan,” terangnya.

    Sementara itu Bupati Bangka Selatan Reza Herdavid dimintai tanggapannya menyampaikan silahkan cek ke Dinas terkait.

    “Cek ke dinas ok,” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Mayat di Tribun Lapangan Bola Namang Masih Berusia 19 Tahun

    Mayat di Tribun Lapangan Bola Namang Masih Berusia 19 Tahun

    Warga Temukan Mayat Laki-laki Tergantung di Tribun Lapangan Bola Namang

    Warga Temukan Mayat Laki-laki Tergantung di Tribun Lapangan Bola Namang

    Seorang Warga Meninggal di Sarang Ikan, Diduga Tertimpa Pipa Tambang

    Seorang Warga Meninggal di Sarang Ikan, Diduga Tertimpa Pipa Tambang

    Dijaga TNI, Komponen Alat Berat Sitaan Satgas PKH Hilang

    Dijaga TNI, Komponen Alat Berat Sitaan Satgas PKH Hilang

    Warga Keluhkan Air PDAM  Tirta Bangka Tengah Keruh dan Tak Mengalir

    Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Bangka Tengah Keruh dan Tak Mengalir

    Seorang Nelayan Hilang di Karang Kering Sungailiat

    Seorang Nelayan Hilang di Karang Kering Sungailiat