
“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky.
Menurut Rocky, Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis. Tugasnya adalah melihat dampak dan persoalan yang muncul dari kebijakan pemerintah, kemudian memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Ia juga menyebut anggota Wantimpres harus mampu melihat persoalan dari jarak tertentu agar dapat melakukan evaluasi terhadap arah kebijakan pemerintah.
Perubahan posisi Rocky menjadi menarik jika melihat rekam jejaknya dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan setelah pemerintahan Prabowo berjalan, Rocky tetap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan. Pada 2026, ia antara lain mengkritik arah kabinet dan sejumlah program pemerintah, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Rocky juga sebelumnya menggunakan istilah “radical break” ketika berbicara mengenai perubahan mendasar yang menurutnya diperlukan dalam pemerintahan.
Kini, istilah tersebut kembali muncul setelah dirinya resmi masuk Wantimpres. Sebelum pelantikan, Rocky bahkan menyebut kehadirannya di Istana sebagai “radical break” ketika ditanya wartawan.