Dua Pabrik Aon Tutup Penyebab Defisit Bangka Tengah

    Foto: Kepala Bappeda Bangka Tengah, Joko.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Tutupnya dua pabrik dan Pemilu menjadi salah satu penyebab terjadinya defisit di Pemkab Bangka Tengah hingga Rp 45 miliar.

    Kepala Bapeda Bangka Tengah, Joko mengatakan akibat tutupnya dua pabrik milik Thamron alias Aon itu menyebabkan pemerintah mengubah alokasi dana meskipun berdampak kecil.

    “Kalau 2 pabrik yang tutup memang ada dampak tapi kecil dan masih dihitung. Terus kalau pilkada memang sudah di alokasikan walau memang itu menyedot anggaran di 2024 ini,” ungkapnya, Selasa(9/7/2024).

    Baca juga: Defisit Rp 142 Miliar, Maryam: Propemperda Harus Skala Prioritas

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Selain itu, Joko juga mengatakan bagi hasil timah dan dana Silpa yang salah perkiraan juga menjadi penyebab terjadinya defisit.

    Bahkan ia mengatakan kedua faktor ini menjadi penyebab terbesar terjadinya defisit di Negeri Selawang Segantang tersebut.

    “Paling besar karena perkiraan Silpa 2023 yang tidak tercapai.
    Dampak timah baru perkiraan berpengaruh pada dana bagi hasil. Tapi kalau dari Silpa itu sudah pasti jadi penyebabnya,” tegasnya.

    Ia bahkan menyebutkan, defisit anggaran ini juga akan berdampak pada anggaran dana desa jika dana bagi hasil dari pusat berkurang karena dana desa bergantung dari besaran dana bagi hasil dari pemerintah pusat.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Yang bersumber dari APBD adalah Alokasi Dana Desa (ADD) yang perhitungannya dengan memperhatikan transfer pusat (DAU dan Dana Bagi Hasil). Jadi ADD sangat tergantung dengan alokasi dari pemerintah pusat. Ini agak diluar kendali kita. Makanya rasionalisasi belanja dinas-dinas juga akan kita prioritaskan,” ungkap Joko.

    Saat ditanya akan menaikan rasio pajak dan retribusi, Joko menegaskan pihaknya belum memikirkan opsi tersebut. Mengingat ekonomi yang sedang melemah dan akan fokus membawa investor ke Bangka Tengah untuk berinvestasi.

    “Harus optimis bisa nutupi defisit, karena kalau defisit tidak tertutupi, maka dapat menimbulkan akibat gagal bayar terhadap pelaksanaan kegiatan Pemda. Nanti juga perlu diimbangi dengan kebijakan manajemen kas yg bagus dari BPKAD dengan terus memonitor perkembangan cashflow keuangan daerah, ” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah