
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kehilangan dua atlet andalan tidak membuat Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bangka Tengah mengendurkan target di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Bangka Belitung 2026.
Ketua PASI Bangka Tengah, Yani Basaroni, tetap membidik 10 medali emas meski kontingennya harus menghadapi kendala dengan absennya dua atlet yang selama ini menjadi andalan.
Satu atlet mengalami cedera, sedangkan satu atlet lainnya tidak dapat bertanding karena cuti melahirkan. Namun, Yani optimistis atlet pelapis yang telah dipersiapkan mampu menjaga peluang Bangka Tengah meraih prestasi.
“Kami tetap pasang target 10 emas. Memang berat, karena dua atlet andalan kita tidak bisa turun. Satu cedera, satu lagi cuti melahirkan. Tapi atletik Bangka Tengah bukan hanya bergantung pada dua orang. Kita punya pelapis yang sudah kita siapkan,” ujar Yani saat ditemui di Grand Manunggal Hotel, Pangkalpinang, Minggu (8/11/2026).
Di tengah persiapan menghadapi pertandingan, Yani juga menegaskan komitmennya untuk memastikan atlet tetap bisa mengikuti kompetisi, termasuk apabila terkendala dukungan anggaran dari KONI maupun pemerintah daerah.
Kades Perlang tersebut menyatakan siap mengupayakan kebutuhan atlet, mulai dari makan, penginapan hingga transportasi, agar perjuangan mereka tidak terhenti hanya karena persoalan pembiayaan.
“Walau tanpa anggaran KONI dan Pemda, kita tetap berlomba kalau nanti ada event besar lainnya jika tak bisa dibantu anggaran. Jangan sampai atlet yang sudah latihan berbulan-bulan jadi korban karena masalah anggaran. Soal makan, penginapan, dan transportasi, kita carikan jalan. Yang penting atlet bisa tampil maksimal,” tegasnya.
Yani juga meminta para atlet tidak menjadikan target medali sebagai beban. Ia ingin seluruh atlet tampil lepas, percaya diri, dan menikmati setiap pertandingan.
Menurutnya, Porprov bukanlah akhir dari perjalanan seorang atlet. Masih banyak kesempatan dan jenjang kompetisi yang bisa menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan serta membuktikan hasil latihan.
“Saya bilang ke anak-anak, jangan takut gagal. Kalau gagal di Porprov, masih bisa dibalas di ajang lainnya. Masih ada Kejurprov, Kejurnas, Pra-PON, dan PON. Porprov ini bukan akhir segalanya, tapi batu loncatan untuk melihat sejauh mana mental dan hasil latihan kalian,” ungkapnya.
Ia berharap semangat pantang menyerah tersebut dapat menjadi kekuatan bagi atlet muda Bangka Tengah untuk tampil maksimal, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Kalau 10 emas itu tercapai, alhamdulillah. Kalau belum, kita evaluasi dan kita balas di event berikutnya. Yang penting Bangka Tengah harus dikenal sebagai daerah yang melahirkan atlet-atlet tangguh,” tutupnya.
Kontingen atletik Bangka Tengah dijadwalkan mulai bertanding pada Senin (9/11/2026) di Stadion Depati Amir, Pangkalpinang. Sejumlah nomor yang menjadi perhatian antara lain lari jarak pendek, lari jarak menengah, lompat jauh, tolak peluru, hingga lempar lembing.
Dengan target 10 emas yang tetap dipertahankan, perjuangan atletik Bangka Tengah kini tidak hanya soal mengejar medali, tetapi juga membuktikan kesiapan regenerasi atlet di tengah absennya sejumlah pemain andalan.