
“Dukungan anggaran diharapkan dapat menjawab ancaman krisis pangan dalam negeri, terutama bahan pangan penting seperti jagung, kedelai, daging dan kebutuhan pokok lainnya. Ini juga adalah langkah nyata dalam berpartisipasi mengatasi ancaman krisis pangan dunia. Apalagi Presiden Jokowi diipercaya sebagai Presidensi G20, dan Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian dipercaya sebagai Ketua G20 bidang pertanian. KNPI sebagai perwakilan pemuda yang menjadi agent of control, merasa perlu mengingatkan pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, terutama menjelang penyampaian pidato kenegaran tentang Rencana Anggaran Pemerintah pada 16 Agustus Tahun 2022,” pungkasnya.
Selain itu KNPI juga mendesak pemerintah dan perbankan, lebih besar mengalokasikan kredit-kredit berbunga rendah pada sektor pertanian.
“KUR adalah energi besar bagi usaha-usaha pertanian rakyat sebagai stimulus regenerasi petani Indonesia. KUR tahun 2020 terserap sebesar 55,9 T, tahun 2021 mencapai 82 T. KNPI berharap pada tahun 2022 dan tahun 2023 KUR di sektor pertanian dapat diserap minimal 100 Triliun. Serapan ini dapat mewujudkan tiga juta petani pemuda milenial produktif, sebagaimana dicanangkan oleh presiden melalui stafsus dan menteri pertanian. KNPI sangat konsen mempersiapkan generasi muda bertani. Mari sama-sama kita wujudkan pertanian sebagai pekerjaan instimewah, pekerjaan mensejahterakan dan berkelanjutan,” tutup Yeremias Ndoen.