Scroll untuk baca artikel
Hiburan

Diproduksi Lima Hari, Film ‘Suara Hati Gita’ Sukses Tayang di Bioskop

324
×

Diproduksi Lima Hari, Film ‘Suara Hati Gita’ Sukses Tayang di Bioskop

Sebarkan artikel ini
IMG 20221031 173732 779 transcpr
Foto: Para pemain dan crew film Suara Hati Gita. (Intrik)

INTRIK.ID, BANGKA — Film bergenre keluarga ‘Suara Hati Gita’ sukses tayang perdana di Bioskop LTD9 Cinema Sungailiat, Senin (31/10/2022).

Dalam peluncuran tersebut, hampir seluruh pemain serta crew produksi film hadir.

Namun demikian, dibalik suksesnya pembuatan film besutan PT Zhiifah Karya Group ini ternyata hanya memakan waktu lima hari, mulai dari pra produksi, produksi hingga pasca produksi.

“Kita memproduksi film ini hanya dengan waktu yang sangat singkat sekali, dimana satu hari kita berangkat, lima hari kita syuting, dan satu harinya lagi kita pulang,” kata sutradara film Suara Hati Gita, Adhien Mashar.

Meskipun begitu, ia terbantu dengan performa anak-anak Bangka yang sangat berbakat sehingga bisa berjalan dengan cepat.

“Pemeran anak-anak 100 persen asli dari Bangka. Alhamdulillah, ternyata anak Bangka ini sangat berbakat. Jadi, mereka ini sangat cepat untuk diarahkan, menyesuaikan diri, serta hal-hal lainnya. Itu yang membuat saya salut,” katanya.

Meski begitu, ia mengaku dalam proses pembuatan film ini menemukan kendala, diantaranya adalah membuat chemistry yang tepat diantara pemain film.

“Karena orang kalau berakting itu harus nyaman, sedangkan mereka masih baru. Tapi secara realita mereka bisa melakukan semuanya dengan baik,” ujarnya.

Film “Suara Hati Gita” ini menceritakan tentang kisah seorang anak yang ingin menyatukan keluarganya yakni Kakek (Harry de Fretes) dan Ayah (Kidh Casanova).

“Sebenarnya keluarga ini awalnya bahagia, tapi karena mereka ini tinggal dengan mertua yang kaya dengan segala fasilitas, timbulah pikiran untuk mandiri,” kata Produser film, Adhien Mashar.

“Realitanya bahwa ada perasaan malu sebagai laki-laki, karena ia (ayah) merasa keluarga menjadi tanggung jawabnya. Kemudian memutuskan untuk keluar dan hidup mandiri,” kisahnya.

Nah, di situlah letak konfliknya. Ketika keluarga ini pecah, Gita ingin menyatukan kembali keluarga tersebut (kakek dan ayah) melalui bakatnya berpuisi. Kebetulan yang mengadakan lomba baca puisi adalah bupati bangka.

Dalam film tersebut, Mizkah Adzra Nazhiifah berperan sebagai Gita, Kidh Casanova sebagai ayah, Dinda Marliani sebagai ibu, dan aktor kawakan Harry de Fretes sebagai kakeknya.(red)