
“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi setelah lebaran penjualan agak sepi. Dengan adanya pesanan ini, kami bisa tetap memutar modal,” ujar Yuliana.
Ia menjelaskan, saat ini pelaku UMKM menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku dan kemasan. Harga plastik meningkat signifikan, begitu juga bahan baku lainya. Namun di sisi lain, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, sehingga pelaku usaha sulit menaikkan harga jual.
Untuk memenuhi pesanan tersebut, Yuliana membutuhkan waktu sekitar satu minggu, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengemasan.
Selain produk lada putih, PT Timah juga menyerap berbagai produk UMKM lainnya, seperti makanan olahan hasil laut, aneka camilan, hingga produk rumahan.
Novika, pelaku UMKM binaan yang ikut mendapatkan pesanan dari PT Timah mengungkapkan bahwa pesanan sebanyak 500 paket produk mampu meningkatkan omzet secara signifikan.