Dialektika Peran Pemuda dan Pemerintah dalam Krisis Kondisi Iklim Dunia

    Berdasarkan pandangan penulis, pentingnya peran pemuda dalam mengkritisi kondisi iklim saat ini yaitu dengan memberikan dorongan, tekanan yang kuat serta menyuarakan kondisi iklim saat ini ditengah ketidaksadaran pemerintah akan akibat daripada krisis iklim yang terjadi. Krisis iklim saat ini tidak hanya dirasakan di Indonesia akan tetapi hal tersebut terjadi hampir diseluruh bagian wilayah dunia.

    Keseharusan bagi para generasi muda memberikan dorongan dan bertindak dalam upaya menghadapi akibat dari dampak krisis iklim saat ini sebab dampak tersebut akan dirasakan lebih parah dimasa depan ketika tidak ada bentuk antisipasi akibat atau dampak daripada krisis iklim tersebut. Ketika dipandang dari analisa kemungkinan akibat krisis iklim yang terjadi, keberadaan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan memang sepatutnya melakukan tindakan terhadap pengendalian perubahan iklim dengan memberikan dorongan aksi-aksi terkait kondisi iklim. Sebagai generasi muda yang akan menjadi tonggak penerus suatu bangsa yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi tentu saja harus melakukan tindakan lebih maju dalam melihat kondisi perubahan iklim yang sedang terjadi. Kemampuan generasi muda dalam menyerap suatu gagasan inovatif dan kreatif yang dapat mereka sampaikan melalui kemampuan seorang generasi muda dalam menyampaikan pendapat secara kritis terhadap suatu permasalahan. Sehingga kemampuan para generasi muda dalam hal tersebut dapat mereka bentuk dalam berbagai agenda untuk mengkritisi serta mengendalikan kondisi perubahan iklim.

    Dikutip dari informasi kementrian lingkungan dan kehutanan, saat ini dunia dihuni oleh 1,8 miliar orang berusia 10 sampai 24 tahun. Sedangkan di Indonesia, 65 juta orang atau 28 persen diantara penduduknya berada dalam kategori usia tersebut. Sehingga penulis berpandangan bahwa generasi muda saat ini merupakan generasi terbesar dalam sejarah.

    Jadi, ketika para pemuda menunjukkan potensi mereka dalam ikut serta atau menjadi bagian dalam memutuskan aksi nyata bagi bangsa Indonesia sendiri dalam menghadapi krisis iklim kemungkinan besar daya upaya dari para generasi muda akan mempermudah serta memaksimalkan keberhasilan dalam menghadapi kondisi dunia khususnya bangsa Indonesia saat ini. Paradigma atau sudut pandang penulis pada kisaran tahun 2040-2045 yang dimana Indonesia akan memanfaatkan bonus demografi dari banyaknya para pemuda dalam menciptakan Indonesia yang maju, hal tersebut juga akan menaikkan kapasistas daripada keberhasilan Indonesia dalam menanggapi kondisi iklim ditengah maraknya ikut serta peran pemuda yang merupakan regenerasi daripada bangsa Indonesia dalam memberikan kontribusi terbesar dalam kehidupan berbangsa.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook