
INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Perubahan desil dalam pendataan bantuan sosial (bansos) memicu keluhan sejumlah warga di Kelurahan Air Salemba, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang. Warga mempertanyakan hasil pemeringkatan kesejahteraan yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi keluarga mereka.
Persoalan ini mencuat setelah ada warga yang merasa kondisi ekonominya masih sulit, tetapi masuk desil 6 sehingga bantuan sosial yang sebelumnya diterima tidak lagi didapatkan. Di sisi lain, menurut pengakuan warga yang disampaikan kepada pengurus lingkungan, terdapat keluarga yang dinilai sudah lebih sejahtera tetapi masih menerima bantuan.
Lurah Air Salemba, Wawan Setiawan, mengakui sejumlah warga mengeluhkan perubahan desil tersebut. Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah keluarga yang menumpang di rumah orang tua, dengan suami bekerja sebagai sopir dan memiliki anak penyandang disabilitas, tetapi tercatat dalam desil 6.
Menurut Wawan, pihak kelurahan telah mengusulkan kembali data warga tersebut melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG). Namun, ia menegaskan bahwa kelurahan hanya dapat mengusulkan perbaikan data dan tidak bisa memastikan apakah desil warga akan berubah.
“Kami hanya mengusulkan melalui SIKS-NG. Untuk perubahan datanya, kami tidak bisa memastikan karena prosesnya mengikuti mekanisme yang berlaku,” ujar Wawan.