Desil Bansos Berubah, Warga Air Salemba Protes: Keluarga Kurang Mampu Justru Kehilangan Bantuan

    Caption: Kapolsek Taman Sari, AKP Agus dan Lurah Air Salemba, Wawan Setiawan.

    Kondisi tersebut memperlihatkan persoalan yang dihadapi warga ketika data kesejahteraan tidak sesuai dengan keadaan yang mereka rasakan sehari-hari. Bagi keluarga yang bergantung pada bantuan, perubahan desil dapat berdampak langsung terhadap keberlanjutan bantuan sosial yang diterima.

    Warga Pertanyakan Ketepatan Data

    Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 1, M. Nazuri. Ia mengatakan sejumlah warga sempat memprotes perubahan desil karena menilai hasil pendataan belum mencerminkan kondisi ekonomi keluarga secara proporsional.

    Menurut Nazuri, ada warga yang dinilai telah hidup sejahtera tetapi masih menerima bantuan, sedangkan warga lain yang dianggap lebih membutuhkan justru mengalami kenaikan desil dan tidak lagi memperoleh bantuan.

    Situasi tersebut sempat memicu kericuhan di lingkungan warga. Nazuri mengaku berupaya menjelaskan bahwa penetapan desil dan bantuan mengikuti mekanisme dari pemerintah pusat, sementara pengurus RT berusaha menjaga situasi tetap kondusif.

    “Kami sebagai RT hanya menengahi dan menjaga kondusivitas. Kami menjelaskan bahwa penetapan data mengikuti mekanisme dari pusat,” kata Nazuri.

    Meski demikian, persoalan ketepatan data tetap menjadi perhatian. Perbedaan antara kondisi ekonomi yang dirasakan warga dan status yang tercatat dalam sistem berpotensi menimbulkan ketidakpuasan, terutama ketika perubahan status berdampak pada akses bantuan.

    Kelurahan Mengusulkan, Kepastian Perubahan Belum Ada

    Pengusulan ulang melalui SIKS-NG menjadi salah satu langkah yang ditempuh kelurahan untuk menindaklanjuti keluhan warga. Namun, proses tersebut belum menjamin bahwa desil akan berubah atau bantuan sosial kembali diberikan.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook