
Sebanyak 33,8 persen responden yang memprediksi peningkatan kegiatan usaha meyakini bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi stimulus besar bagi roda perekonomian lokal dan proyek pemerintah. Hal ini selaras dengan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja yang diprediksi akan terus tumbuh positif.
Kendati optimisme membubung, laporan tersebut juga mencatat adanya faktor penahan. Ekspektasi masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi masih dibayangi oleh tekanan kenaikan harga yang dipicu oleh meningkatnya biaya bahan baku di pasar.
Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa sinergi antara peningkatan omzet pelaku usaha dan implementasi program pemerintah menjadi kunci utama terjaganya stabilitas ekonomi di Negeri Serumpun Sebalai pada kuartal kedua tahun 2026 ini. (*)