Dari Tangan Menempel Sisik Ikan, Hingga Kursi Jabatan

    Impian menjadi seorang anggota TNI masih melekat dimemori fikirannya, Ridwan pun mendaftarkan diri masuk TNI, namun impian itu tidak diizinkan orang tuanya.

    “Pernah daftar masuk tentara tapi tidak diizin orang tua, dari situ saya kabur ke Pulau Bangka bawa uang Rp. 85.000 mau mencari kakak kelas saya namanya Herman. Sampai terminal Sungailiat saya bingung mau kemana karena Herman sudah tidak ada lagi di Bangka. Saat itu saya ketemu pak Makka dan Pak Tombong, saya dibawa beliau kerumah Haji Subair di Lingkungan Nelayan II Sungailiat,” kata Ridwan menceritakan perjalanan ke Pulau Bangka.

    Sesampai di Lingkungan Nelayan II Sungailiat, Gelombang laut, badai, hujan dan panas menerpa Ridwan. Ya pekerjaan sebagai nelayan kembali dilakoninya. Niat meneruskan pendidikan belum pudar dari agenda hidupnya.

    Usai kandas menjadi anggota TNI, Tahun 2003 Ridwan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian ( STIPER ) Bangka, mengambil jurusan Perikanan. Terkadang tangan masih menempel sisik ikan dirinya menjalani study, lantaran pulang dari melaut mandi terburu – buru lanjut kuliah. Padatnya waktu kuliah Ridwan pun memilih pekerjaan sebagai anggota Satuan Pengamanan (SATPAM ) Pasar Sungailiat guna membiayai kuliahnya. Bekerja sebagai SATPAM mengantarkan Ridwan menjadi Aparatur Sipil Negara ( ASN ).

    Tahun 2006 dirinya pun menyelesaikan kuliah Diploma perikanan, saat itu STIPER Bangka bergabung menjadi Universitas Bangka Belitung ( UBB), Ridwan pun menyandang gelar A.Md, serta menjadi alumni UBB angkatan pertama.

    Tak puas dengan lantar belakang pendidikannya, Ridwan menyelesaikan Strata I di Universitas Terbuka ( UT). Nama Ridwan kian dikenal publik ketika dirinya menjabat sebagai Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ), Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ), Ketua HNSI Kabupaten Bangka.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook