
“Keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem penanggulangan bencana, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan dukungan lintas sektor,” kata Tri.
Kementerian ESDM mencatat sebanyak 58 tim dari 78 perusahaan subsektor mineral dan batubara telah dikerahkan ke lapangan hingga awal September 2026 sebagai bagian dari aksi kemanusiaan tersebut.
PT Timah menjadi salah satu perusahaan yang mengerahkan tim tanggap daruratnya untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa di NTT.
Bagi masyarakat terdampak, bantuan tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk logistik. Layanan kesehatan juga menjadi kebutuhan penting setelah bencana, terutama bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan di tengah kondisi darurat.