
Dalam kegiatan tersebut, para santri diajak memahami seluruh tahapan ibadah haji, mulai dari ihram, tawaf, sa’i hingga lempar jumrah. Setiap tahapan dijelaskan secara rinci agar mereka memahami filosofi dan tujuan dari setiap amalan yang dilakukan.
Suasana semakin hidup saat para santri mempraktikkan langsung rangkaian manasik. Dengan mengenakan pakaian yang menyerupai busana ihram, mereka mengikuti setiap instruksi pembimbing dengan tertib dan penuh antusias.
Kepala Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ustadz Sukaryadi, S.Pd.I., menilai metode pembelajaran seperti ini lebih efektif karena menggabungkan teori dan praktik secara langsung.
“Apa yang mereka pelajari di kelas akan lebih mudah dipahami ketika dipraktikkan. Melalui manasik ini kami berharap tumbuh rasa cinta dan kerinduan untuk berkunjung ke Baitullah, sekaligus membentuk karakter santri yang sabar, disiplin, dan menghargai sesama,” katanya.