Dari Daun Ketapang Jadi Kompos, Warga Matras Bangun Ekonomi dari Sampah

    INTRIK.ID, BANGKA – Sampah dedaunan di kawasan wisata Pantai Matras, Kabupaten Bangka, tidak lagi sekadar dipandang sebagai limbah. Melalui inovasi SI-KOMPOS, sampah organik tersebut diupayakan menjadi kompos yang nantinya dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan kawasan wisata.

    Namun, upaya tersebut sempat tersendat setelah mesin pengolahan milik Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rumah Kompos Matras mengalami kerusakan. Akibatnya, aktivitas produksi kompos ikut terhambat.

    Kini, kelompok yang berdiri sejak 2023 dengan 15 anggota itu mendapat dukungan PT Timah Tbk untuk membantu perbaikan sarana dan prasarana mesin pengolahan.

    Dukungan tersebut diserahkan dalam peluncuran Kampung Pintar Pilah Sampah GEMPITA MAS (Gerakan Memilah Pintar dan Mengelola Sampah) di Terminal Bayangan, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (4/11/2026).

    Ketua KSM Rumah Kompos Matras, Teguh Rianda, mengatakan SI-KOMPOS dikembangkan dengan memanfaatkan sampah organik dari lingkungan sekitar, khususnya kawasan wisata Pantai Matahari Asli, Desa Matras.

    Sampah yang dikumpulkan petugas kebersihan, seperti daun ketapang dan dedaunan kering lainnya, akan dipilah kemudian diolah menjadi kompos.

    “Di kawasan destinasi wisata, kami akan mengambil sampah yang dikumpulkan petugas kebersihan, seperti daun ketapang dan dedaunan kering lainnya. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi kompos dan hasilnya akan dikembalikan lagi untuk mendukung penghijauan di kawasan wisata,” jelas Teguh.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook