
Rangkaian seleksi marathon telah dilaksanakan pada 6–11 Mei 2026. Para peserta ditantang melalui berbagai tahapan mulai dari Tes Potensi Akademik (TPA), Psikotes, Wawancara, hingga Psikologi Klinis dan Validasi Dokumen.
Ketatnya persaingan ini diakui oleh para peserta sebagai tantangan besar. Jericha Putri Sahila, siswi SMPN 2 Karimun, mengaku sempat gugup namun tetap bersemangat demi masuk ke sekolah yang ia nilai memiliki reputasi mentereng tersebut.
”Saya tertarik ikut seleksi karena sekolahnya bagus, prestasinya menonjol dibanding yang lain. Harapan saya tentu bisa lulus dan sekolah di sana,” ungkap Jericha usai mengikuti tes.