
Ia mengaku tidak ingin membalas aksi tersebut karena tidak ingin ribut atau menimbulkan gejolak. Pihaknya hanya ingin portal milik PT SAML tersebut dibongkar dan bisa dilalui bersama.
“Kita tidak mau ribut-ribut, kita berharap pihak mereka juga membongkar portal jalan yang mereka bangun di Desa Rukam atau paling tidak mereka membuat jadwal waktu buka tutup portal. Memang alasan mereka buat portal itu untuk mengamankan kebun dari pencurian TBS kebun mereka, paling tidak di siang hari ada jadwal buka tutup portal,” tegas Razak.
Humas PT FAL, Reno Sinaga mengatakan pihaknya meminta diundang dalam pertemuan antara PT SAML dengan kelompok tani Desa Mendo untuk melakukan klarifikasi.
“Bukan kami yang membuat portal ini karena kami tidak memiliki lahan disini. Kami harap nanti diundang di tengah-tengah kedua belah pihak,” ucapnya.
Pihaknya juga masih mempertimbangkan langkah yang akan ditempuh atas tuduhan tersebut.