
“Kami juga berharap PT Timah memperhatikan kesejahteraan penambang dan melakukan evaluasi terhadap harga timah. Harga yang layak tentu sangat berarti bagi kami, karena dari pekerjaan inilah banyak keluarga menggantungkan kehidupan,” ujarnya.
Egi menilai kepastian tata niaga dan harga merupakan dua persoalan yang tidak dapat dipisahkan. Tata niaga yang jelas memberikan kepastian bagi penambang, sementara harga yang layak menentukan hasil yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia berharap pemerintah bersama PT Timah dapat menjaga tata niaga yang mulai kembali berjalan agar tidak kembali memicu keresahan di kalangan penambang.
Menurutnya, jika aktivitas pertambangan dapat berjalan dengan kepastian, dampaknya bukan hanya dirasakan penambang, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan perputaran ekonomi dari sektor tersebut.
“Harapan kami sederhana, kami bisa bekerja dengan tenang, tata niaga tetap berjalan dengan baik, dan kesejahteraan penambang juga benar-benar diperhatikan,” tutupnya.(*)