
## Jangan Biarkan Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Korban Berikutnya
Pemulihan pascakebakaran tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik. Ada kebutuhan lain yang tidak kalah penting, tetapi berisiko luput dari perhatian apabila pemerintah hanya berorientasi pada penyaluran bantuan dan pembangunan rumah.
Pendidikan anak-anak harus tetap berjalan. Jika fasilitas pendidikan terdampak atau siswa kesulitan mengikuti pembelajaran akibat kehilangan tempat tinggal, pemerintah bersama pihak sekolah perlu menyiapkan solusi sementara yang layak. Anak-anak tidak seharusnya menanggung dampak berkepanjangan akibat terhentinya kegiatan belajar.
Begitu pula dengan kesehatan warga. Pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan sesuai kebutuhan, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki keterbatasan fisik. Selain kesehatan fisik, kondisi psikologis para korban juga perlu mendapat perhatian.
Kehilangan rumah dan harta benda dapat menimbulkan tekanan emosional, kecemasan, serta ketidakpastian mengenai masa depan. Karena itu, pendampingan psikososial perlu menjadi bagian dari upaya pemulihan, bukan hanya diberikan ketika persoalan sudah berkembang lebih jauh.
Pemerintah perlu memastikan bahwa warga tidak sekadar memperoleh tempat mengungsi, tetapi juga mendapatkan akses terhadap layanan dasar selama proses pemulihan berlangsung. Sebab, pemulihan yang hanya memperbaiki bangunan tanpa memulihkan kehidupan penghuninya belum dapat disebut tuntas.
## Kehilangan Rumah Berarti Juga Kehilangan Sumber Penghidupan
Persoalan berikutnya adalah pemulihan ekonomi. Bagi sebagian warga, kebakaran tidak hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga dapat menghilangkan warung, peralatan kerja, persediaan barang dagangan, atau sumber penghasilan lainnya.
Kondisi tersebut berpotensi membuat warga menghadapi kesulitan berlapis. Mereka harus memikirkan tempat tinggal sekaligus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jika pemulihan hanya berorientasi pada pembangunan rumah, sementara sumber penghasilan tidak kembali, beban ekonomi warga akan tetap berat.
Karena itu, pemerintah perlu memetakan kerugian ekonomi yang dialami masyarakat dan menyusun program pemulihan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Bentuknya dapat berupa dukungan bagi usaha kecil, penggantian peralatan kerja yang rusak sesuai skema bantuan yang tersedia, akses permodalan, pelatihan keterampilan, atau program padat karya yang memungkinkan warga memperoleh penghasilan selama masa pemulihan.
Program tersebut tentu harus dirancang berdasarkan hasil pendataan dan kemampuan anggaran, dengan mekanisme yang transparan serta tepat sasaran.
Tujuannya bukan sekadar memberikan bantuan tambahan, melainkan membantu warga memulihkan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. Masyarakat tidak seharusnya terus bergantung pada bantuan karena kesempatan untuk kembali bekerja dan membangun usaha tidak tersedia.
Pemulihan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan pemulihan tempat tinggal. Rumah yang kembali berdiri akan jauh lebih bermakna ketika penghuninya juga memiliki kesempatan untuk bekerja, memperoleh penghasilan, dan menata kembali kehidupan keluarga.
## Pemerintah Perlu Menyiapkan Peta Jalan yang Terukur