
“Prosesnya mudah dan cepat. Saya sangat terbantu karena modal awal ini digunakan untuk membeli bahan utama, yakni kulit sapi,” jelasnya.
Meski memiliki usaha, Novika tetap menjalankan profesinya sebagai guru SD di Bangka Tengah. Dengan aktivitas mengajar dari pagi hingga sore, ia mengajak adiknya untuk membantu proses produksi, terutama bagian penggorengan dan pemasaran. Sementara untuk pengemasan, ia dibantu satu karyawan.
“Saya di sekolah dari jam tujuh sampai jam tiga sore. Jadi saya bekerja sama dengan adik untuk mengurus produksi dan pemasaran, sedangkan bagian packing dibantu karyawan,” katanya.
Lewat manajemen waktu yang rapi, Novika memanfaatkan waktu selepas mengajar dan akhir pekan untuk memantau ketersediaan bahan baku, pengecekan produksi, serta perkembangan pemasaran.
“Setelah pulang mengajar, saya bisa fokus memantau usaha. Buat saya, usaha ini seperti penyeimbang antara dunia mengajar dan dunia bisnis,” ungkapnya.
Untuk menjaga kualitas, Novika menggunakan kulit sapi asli tanpa campuran. Proses pembuatannya pun berlangsung alami. Kulit sapi dicuci, dibersihkan, direbus hingga mudah dibuang bulunya, lalu dipotong dan dijemur hingga kering sebelum digoreng dengan teknik dua kompor agar hasilnya mengembang sempurna.