
INTRIK.ID, BABEL — Sejarah pertimahan dan perjuangan tokoh daerah tidak cukup hanya dipelajari melalui buku. Sebanyak 150 siswa SMP Muhammadiyah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengunjungi Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang, Kamis (15/10/2026), untuk mengenal langsung jejak sejarah dan budaya Bangka Belitung.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program outing class sekolah. Para siswa menyusuri ruang pameran, mengamati artefak, serta mempelajari perjalanan pertimahan yang turut membentuk sejarah masyarakat di daerah itu.
Kepala SMP Muhammadiyah Toboali, Redi Junaidi, mengatakan Museum Timah Indonesia menjadi salah satu tujuan rutin dalam agenda pembelajaran karena berkaitan dengan materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
“Setiap tahun kami memiliki program outing class, dan Museum Timah Indonesia menjadi salah satu agenda di dalamnya. Di sini, siswa bisa belajar tentang sejarah timah di Bangka Belitung, termasuk budaya dan adat istiadat masyarakat yang berkaitan dengan mata pelajaran IPS,” ujar Redi.
Menurutnya, pembelajaran langsung di museum memberi kesempatan kepada siswa untuk melihat peninggalan sejarah yang selama ini mereka pelajari secara teori. Ia berharap museum terus memperkaya materi edukasi dan koleksi artefak agar semakin banyak informasi sejarah daerah yang bisa dipelajari pengunjung.
Salah seorang siswa, Mohammad Fazil, mengaku tertarik melihat beragam koleksi, mulai dari koin, perhiasan, dan peralatan makan berbahan timah hingga batuan, pasir, peralatan tambang, serta alat angkut hasil tambang yang digunakan pada masa lalu.
Melihat benda-benda tersebut secara langsung, menurut Fazil, membuat materi sejarah pertimahan lebih mudah dipahami dibandingkan hanya mempelajarinya melalui buku.
Pengalaman serupa dirasakan Saqillah Zalyara, siswi kelas VIII. Ia tertarik mempelajari sejarah perjuangan Depati Amir, salah satu tokoh penting dalam sejarah Bangka Belitung. Saqillah bahkan membaca materi tentang tokoh tersebut berulang kali agar dapat memahami kisah perjuangannya lebih dalam.
Kunjungan ini menunjukkan peran museum sebagai ruang pembelajaran di luar kelas, terutama untuk mendekatkan generasi muda dengan sejarah daerahnya sendiri. Tantangannya, penyajian koleksi dan materi edukasi perlu terus dikembangkan agar sejarah tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, tetapi juga pengetahuan yang dipahami dan diingat generasi berikutnya.
Museum Timah Indonesia Pangkalpinang dikelola PT Timah (Persero) Tbk dan menjadi salah satu destinasi edukasi untuk mengenalkan sejarah pertimahan, budaya, serta perjalanan masyarakat Bangka Belitung. (*)
Sumber: PT Timah Tbk