
INTRIK.ID, BABEL — Keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga untuk memastikan anak-anak mereka mendapat pendidikan yang layak. Di Bangka Selatan, seorang ibu sempat khawatir putrinya harus berhenti kuliah karena kesulitan biaya. Sementara itu, sebuah PAUD di Bangka Tengah menghadapi persoalan fasilitas bermain yang rusak dan tidak aman digunakan.
Kondisi tersebut menggambarkan bahwa dukungan pendidikan tidak cukup hanya membuka akses sekolah. Kemampuan keluarga membiayai pendidikan dan ketersediaan fasilitas belajar yang layak juga menjadi faktor penting.
PT Timah (Persero) Tbk menyatakan terus menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk mendukung pendidikan di wilayah operasionalnya, mulai dari beasiswa, pembinaan siswa, peningkatan kapasitas guru, hingga bantuan sarana dan prasarana sekolah.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Gladis, mahasiswa semester V Program Studi Psikologi Islam di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Ibunya, Hellis, mengaku sempat mempertimbangkan menghentikan kuliah putrinya setelah kerabat yang selama ini membantu biaya pendidikan meninggal dunia.