
Jika pengguna menemukan grup, channel, atau set stiker yang melanggar hak cipta, mereka dapat melaporkannya ke Telegram melalui email ke dmca@telegram.org. Pengajuan laporan pelanggaran hak cipta ini harus dilakukan oleh pemilik hak cipta yang sah atau perwakilan resmi yang memiliki wewenang untuk bertindak atas nama pemilik.
Langkah ini menunjukkan komitmen Telegram dalam menghormati dan melindungi hak-hak kekayaan intelektual para kreator. Sehingga mereka dapat menggunakan platform ini tanpa kekhawatiran akan pencurian konten.
Salah satu langkah penting yang Telegram ambil adalah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan keamanan pengguna. Durov selaku pendiri Telegram, mengungkapkan bahwa AI akan digunakan untuk menyaring konten yang melanggar ketentuan dan menghapusnya dari hasil pencarian.
Ini merupakan langkah krusial, mengingat fitur pencarian di Telegram sebelumnya sering disalahgunakan untuk menemukan saluran publik dan bot yang menawarkan barang ilegal. Dengan kebijakan baru ini, Durov berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna.
Melalui penggunaan AI, harapannya Telegram dapat mengidentifikasi dan menghapus konten ilegal dengan lebih efisien. Sehingga mengurangi kemungkinan penyalahgunaan platform. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pengguna dan menjaga integritas aplikasi sebagai sarana komunikasi yang aman.
Demikian penjelasan mengenai cara hapus konten ilegal di Telegram. Semoga bermanfaat