
Dilain sisi, Jordi selaku juru Bicara Masyarakat Desa Beriga menyatakan tetap akan menolak adanya PIP dengan alesan kerusakan lingkungan.
“Dampak lingkungan, ekonomi, sosial dan juga dampak tidak adanya warisan tanah adat nelayan yang bisa diberikan ke anak cucu kita kelak. Ingat, tidak ada pertambangan yang bisa dibarukan yang artinya ini mengancam hidup masyarakat Desa Beriga,” tegasnya.
Rapat akhirnya di hentikan sementara untuk Istirhat makan siang dan masyarakat masih ingin menyampaikan aspirasi kepada PT Timah dan DPRD kabupaten Bangka Tengah.