
Namun, menyebut Shin sebagai satu-satunya penyebab dua pelatih tersebut kehilangan pekerjaan tentu terlalu menyederhanakan persoalan.
Keputusan pergantian pelatih merupakan kewenangan masing-masing manajemen klub. Dalam kasus PSIM dan Arema, hasil buruk yang berlangsung selama beberapa pertandingan turut menjadi pertimbangan penting.
Meski begitu, dua kemenangan telak tersebut memperlihatkan bahwa Persija mampu memberikan tekanan besar kepada lawan-lawannya pada awal musim.
Bagi Shin Tae-yong, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi Macan Kemayoran. Sebab, kemenangan besar baru akan benar-benar bermakna jika Persija mampu mempertahankan performa sepanjang kompetisi.
Sementara itu, persaingan di Super League 2026/2027 masih panjang. Dengan kompetisi yang baru memasuki pekan keenam, belum ada yang bisa memastikan siapa pelatih berikutnya yang akan menghadapi tekanan serupa.
Dua pelatih sudah berpisah dengan klub setelah timnya kalah dari Persija. Apakah tren ini akan berlanjut, atau justru Persija yang akan diuji konsistensinya pada pertandingan berikutnya?