Baru Pekan Keenam, Dua Pelatih Tumbang Usai Dihajar Persija Asuhan Shin Tae-yong!

    Caption: Pelatih persija FC, Shin Taeyong.

    INTRIK.ID — Nama Shin Tae-yong mulai menjadi sorotan dalam persaingan BRI Super League 2026/2027. Baru memasuki pekan keenam, dua pelatih yang timnya menelan kekalahan dari Persija Jakarta telah kehilangan jabatan mereka.

    Dua sosok tersebut adalah Jean-Paul van Gastel, yang berpisah dengan PSIM Yogyakarta, dan Marcos Santos, yang resmi mengakhiri kerja sama dengan Arema FC.

    Situasi ini memunculkan narasi menarik di tengah kompetisi. Persija yang kini ditangani Shin Tae-yong bukan hanya mencuri perhatian lewat kemenangan besar, tetapi juga menjadi lawan yang muncul dalam perjalanan dua pelatih menuju pintu keluar.

    Arema Dibantai 1-5, Marcos Santos Kehilangan Jabatan

    Marcos Santos menjadi nama terbaru yang meninggalkan kursi pelatih setelah Arema FC menelan kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta pada pertandingan pekan keenam di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

    Kekalahan tersebut memperpanjang periode sulit Singo Edan. Arema tercatat melewati lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan dan hanya mengoleksi enam poin dari enam laga.

    Manajemen Arema FC kemudian memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Brasil tersebut pada Jumat (23/10/2026).

    General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk hasil pertandingan dan kebutuhan tim untuk mendapatkan momentum baru.

    “Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru,” ujar Yusrinal, dikutip Bola.com dari pernyataan manajemen klub.

    Dengan demikian, kekalahan dari Persija menjadi salah satu pukulan dalam rangkaian hasil negatif yang berujung pada berakhirnya masa kerja Marcos di Arema FC.

    Van Gastel Lebih Dulu Tersingkir Setelah PSIM Dihajar 0-4

    Sebelum Marcos Santos, Jean-Paul van Gastel lebih dahulu berpisah dengan PSIM Yogyakarta.

    Pelatih asal Belanda itu harus menghadapi kenyataan pahit setelah timnya kalah telak 0-4 dari Persija Jakarta. Hasil tersebut menjadi bagian dari periode sulit Laskar Mataram pada awal kompetisi.

    PSIM kemudian mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Van Gastel pada 17 Oktober 2026, setelah tim tersebut juga menelan kekalahan 1-2 dari PSM Makassar.

    Rentetan hasil buruk membuat PSIM terpuruk di papan bawah klasemen. Tim asal Yogyakarta itu kesulitan menemukan konsistensi dan gagal memenuhi ekspektasi pada awal musim.

    Artinya, seperti halnya Marcos Santos di Arema FC, kepergian Van Gastel tidak bisa dilepaskan dari situasi tim secara keseluruhan.

    Efek Shin Tae-yong atau Kebetulan?

    Dua kejadian tersebut membuat nama Shin Tae-yong ikut menjadi perbincangan. Persija asuhannya berhasil menang besar atas PSIM dengan skor 4-0 dan Arema dengan skor 5-1.

    Namun, menyebut Shin sebagai satu-satunya penyebab dua pelatih tersebut kehilangan pekerjaan tentu terlalu menyederhanakan persoalan.

    Keputusan pergantian pelatih merupakan kewenangan masing-masing manajemen klub. Dalam kasus PSIM dan Arema, hasil buruk yang berlangsung selama beberapa pertandingan turut menjadi pertimbangan penting.

    Meski begitu, dua kemenangan telak tersebut memperlihatkan bahwa Persija mampu memberikan tekanan besar kepada lawan-lawannya pada awal musim.

    Bagi Shin Tae-yong, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi Macan Kemayoran. Sebab, kemenangan besar baru akan benar-benar bermakna jika Persija mampu mempertahankan performa sepanjang kompetisi.

    Sementara itu, persaingan di Super League 2026/2027 masih panjang. Dengan kompetisi yang baru memasuki pekan keenam, belum ada yang bisa memastikan siapa pelatih berikutnya yang akan menghadapi tekanan serupa.

    Dua pelatih sudah berpisah dengan klub setelah timnya kalah dari Persija. Apakah tren ini akan berlanjut, atau justru Persija yang akan diuji konsistensinya pada pertandingan berikutnya?

      Ikuti kami di Facebook