Bapak-Bapak ASN Pangkalpinang Masuk Dapur, Dessy: Ibu-Ibu Tak Perlu Masak Lagi!

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Biasanya urusan memasak di dapur identik dengan kaum ibu. Namun, pemandangan berbeda terlihat di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (4/11/2026).

    Puluhan pegawai laki-laki dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kecamatan justru sibuk berjibaku dengan bumbu dan bahan masakan. Mereka bukan sedang menjalankan tugas kedinasan, melainkan beradu keterampilan meracik lempah kuning dalam lomba memasak yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pangkalpinang.

    Sebanyak 37 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Dharma Wanita tersebut.

    Suasana lomba berlangsung menarik. Para peserta ditantang mengolah lempah kuning, salah satu kuliner khas Bangka Belitung yang memiliki tempat tersendiri dalam identitas masyarakat setempat.

    Tak sekadar soal rasa, kreativitas penyajian dan kemampuan mengolah masakan juga menjadi bagian dari perhatian dewan juri. Penilaian dipercayakan kepada Asmania dari SMK Negeri 3 bidang tata boga, Bunda Santi, serta Ojes dari Manunggal Hotel.

    Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan lempah kuning bukan sekadar hidangan, melainkan bagian dari identitas daerah yang harus terus dilestarikan.

    Menurutnya, lomba ini menjadi salah satu cara memperkenalkan sekaligus menjaga eksistensi kuliner khas Bangka Belitung melalui kegiatan yang melibatkan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

    “Jangan takut, karena jurinya profesional,” ujar Dessy saat memberikan semangat kepada para peserta.

    Namun, ada pesan lain yang tak kalah penting dari sekadar memperebutkan gelar juara. Dessy berharap kegiatan tersebut mampu mempererat kekompakan dan kebersamaan ant pegawai di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.

    Suasana semakin cair ketika Dessy melontarkan candaan kepada para peserta. Ia berharap setelah mengikuti lomba, para bapak-bapak tidak hanya piawai memasak saat perlombaan, tetapi juga bersedia mengambil alih urusan dapur di rumah.

    “Nanti ibu-ibu tidak usah masak lagi di rumah, suruh bapak-bapak saja yang masak,” selorohnya.

    Candaan tersebut menjadi warna tersendiri dalam kegiatan yang mempertemukan pegawai lintas OPD dan kecamatan itu.

    Di balik aroma rempah lempah kuning yang memenuhi halaman kantor wali kota, terselip pesan tentang kebersamaan, pembagian peran dalam keluarga, serta upaya menjaga warisan kuliner daerah.

    Sebab, melestarikan makanan khas daerah tidak selalu harus melalui festival besar. Terkadang, cukup dimulai dari sebuah lomba memasak, ketika para bapak-bapak ASN bersedia turun ke dapur dan membuktikan bahwa urusan memasak bukan hanya milik kaum ibu.

      Ikuti kami di Facebook