Awalnya Anggap Tambang Merusak, Mahasiswa Duta Minerba Berubah Pandangan

    “Yang paling menarik selama kunjungan adalah melihat proses penambangan secara langsung. Ini pengalaman pertama saya melihat pertambangan timah, terutama penambangan di laut. Saya jadi bisa melihat perbedaan proses penambangan di darat dan di laut,” ujarnya.

    Kunjungan dimulai dari Museum Timah Indonesia untuk mengenal sejarah panjang pertambangan timah di Bangka Belitung.

    Para peserta kemudian melihat pengelolaan lahan pascatambang di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang serta Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi. Mereka juga melihat langsung aktivitas penambangan laut menggunakan KIP dan proses peleburan serta pengolahan bijih timah menjadi logam.

    Tak berhenti di kegiatan pertambangan, peserta juga diajak melihat sejumlah program sosial dan lingkungan. Di antaranya Kampung Adat Gebong Memarong, pelayanan kesehatan gratis PT Timah dan Pemali Boarding School (PPS).

    Program pendidikan tersebut turut menarik perhatian Arkan. Ia melihat langsung antusiasme para siswa yang mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan dan pengembangan diri melalui PPS.

    “Saya melihat bagaimana perusahaan memiliki program pendidikan. Ketika melihat para siswa di Pemali Boarding School, mereka sangat antusias. Itu memberikan pengalaman dan membuka wawasan saya bahwa perusahaan juga memiliki perhatian terhadap pendidikan masyarakat,” ujarnya.

    Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Lampung, Gitta Valerinova, juga mendapat perspektif baru dari kunjungan tersebut.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook