
“Bagi saya, kondisinya sama seperti tahun lalu. Tapi memang benar ada tiga atau empat titik yang benar-benar di ambang batas, benar-benar di ambang batas tidak bisa dikendarai dan tidak aman,” katanya.
Alex menyadari tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut dalam waktu singkat sebelum balapan berlangsung.
“Kami tidak akan punya solusi untuk akhir pekan ini. Jadi saya tidak akan mengeluh. Kami hanya akan mencoba beradaptasi dengan keadaan,” tambahnya.
Persoalan ini semakin menjadi perhatian karena Sirkuit Sepang sebenarnya dijadwalkan menjalani pengaspalan ulang sebelum MotoGP Malaysia 2026.
Namun, rencana tersebut tertunda akibat kendala logistik yang berkaitan dengan situasi geopolitik di Timur Tengah. Penggunaan sirkuit untuk penyelenggaraan balapan Formula 1 di Malaysia pada Oktober ini juga diduga memperburuk kondisi permukaan aspal.
Laporan media motorsport internasional menyebutkan, kerusakan permukaan lintasan semakin terlihat selama sesi latihan Jumat (30/10/2026).
Kondisi tersebut membuat persoalan keselamatan menjadi perhatian utama menjelang rangkaian balapan akhir pekan ini.
Sepang merupakan salah satu sirkuit penting dalam kalender MotoGP. Karena itu, keluhan para pembalap menjadi peringatan bahwa kualitas permukaan lintasan bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan bagian penting dari standar keselamatan sebuah ajang balap dunia.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana penyelenggara menangani kondisi lintasan agar balapan dapat berlangsung dengan aman.