Aspal Sepang Mengelupas, Pembalap MotoGP Protes: Sudah Seperti Trek Motocross!

    Caption: Aspal Sirkuit Sepang Malaysia. (Ist)

    INTRIK.ID, MALAYSIA — Sirkuit Internasional Sepang justru menjadi sorotan menjelang MotoGP Malaysia 2026. Bukan karena persaingan perebutan gelar juara, melainkan kondisi aspal lintasan yang dikeluhkan sejumlah pembalap karena mengalami kerusakan serius.

    Permukaan aspal yang mengelupas membuat serpihan batu beterbangan ketika motor melaju. Situasi ini bahkan membuat Fabio Di Giannantonio melontarkan sindiran bahwa Sepang kini lebih mirip trek motocross daripada sirkuit balap kelas dunia.

    “Ini sekarang sudah seperti trek motocross, kita harus memakai pelindung dada. Banyak bebatuan yang beterbangan dari aspal. Saya terkena begitu banyak batu saat melakukan latihan start di belakang seseorang,” ujar pembalap VR46 tersebut.

    Keluhan lebih keras datang dari Luca Marini. Pembalap Honda itu menilai kondisi lintasan sudah sangat buruk, bahkan hampir seluruh tikungan mengalami persoalan.

    “Kondisinya benar-benar sulit, benar-benar aneh. Aspalnya hancur total, jadi kami hanya perlu mencari cara untuk bertahan hidup dengan lebih baik,” kata Marini.

    Ia juga mempertanyakan tidak terlaksananya pengaspalan ulang yang sebelumnya direncanakan.

    Menurut Marini, masalah sebenarnya bukan hal baru. Tahun lalu, kondisi aspal di Tikungan 2 dan Tikungan 14 sudah menjadi persoalan. Namun, kini kerusakan justru meluas ke hampir seluruh bagian sirkuit.

    “Mereka seharusnya melakukan pengaspalan ulang dan mereka tidak melakukannya. Itu sudah menjadi bencana tahun lalu, terutama di Tikungan 14 dan Tikungan 2. Sekarang setiap tikungan adalah bencana, kecuali Tikungan 7 dan 8,” ujarnya.

    Pembalap di Belakang Paling Berisiko Terkena Serpihan

    Persoalan aspal ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan pembalap. Serpihan material yang terlepas dari permukaan lintasan dapat terlontar ke arah motor di belakang.

    Marini secara khusus mengingatkan situasi yang berpotensi terjadi ketika balapan dimulai, terutama saat rombongan pembalap memasuki pengereman pertama.

    “Setiap saat, sesuatu bisa terjadi. Kami hanya perlu berhati-hati dan bertahan menghadapi kondisi ini, karena ini sama untuk semua orang,” katanya.

    Ia kemudian menambahkan bahwa pembalap yang berada di belakang berpotensi terkena banyak batu ketika rombongan mulai melakukan pengereman.

    “Jadi lebih baik start di depan,” ucap Marini.

    Kekhawatiran serupa disampaikan Fabio Di Giannantonio. Menurutnya, kondisi aspal yang terkelupas akibat gesekan dan tekanan motor balap bukan situasi yang baik bagi keselamatan pembalap.

    Alex Marquez: Ada Bagian yang Sudah Tidak Aman

    Sementara itu, Alex Marquez memberikan pandangan yang sedikit berbeda. Ia mengaku sebelumnya memperkirakan kondisi lintasan akan lebih buruk setelah mendengar berbagai keluhan dari pembalap Formula 1.

    Namun, ia tetap mengakui terdapat tiga hingga empat titik yang kondisinya sudah berada di ambang batas keamanan.

    “Tahun lalu mereka mengatakan kepada kami bahwa akan ada aspal baru. Kenyataannya tidak seperti itu. Jadi, semoga untuk tahun depan, itu bisa dikerjakan,” ujar Alex.

    Menurutnya, beberapa bagian lintasan bahkan sudah mendekati kondisi yang tidak layak untuk dilalui.

    “Bagi saya, kondisinya sama seperti tahun lalu. Tapi memang benar ada tiga atau empat titik yang benar-benar di ambang batas, benar-benar di ambang batas tidak bisa dikendarai dan tidak aman,” katanya.

    Alex menyadari tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut dalam waktu singkat sebelum balapan berlangsung.

    “Kami tidak akan punya solusi untuk akhir pekan ini. Jadi saya tidak akan mengeluh. Kami hanya akan mencoba beradaptasi dengan keadaan,” tambahnya.

    Pengaspalan Ulang Tertunda

    Persoalan ini semakin menjadi perhatian karena Sirkuit Sepang sebenarnya dijadwalkan menjalani pengaspalan ulang sebelum MotoGP Malaysia 2026.

    Namun, rencana tersebut tertunda akibat kendala logistik yang berkaitan dengan situasi geopolitik di Timur Tengah. Penggunaan sirkuit untuk penyelenggaraan balapan Formula 1 di Malaysia pada Oktober ini juga diduga memperburuk kondisi permukaan aspal.

    Laporan media motorsport internasional menyebutkan, kerusakan permukaan lintasan semakin terlihat selama sesi latihan Jumat (30/10/2026).

    Kondisi tersebut membuat persoalan keselamatan menjadi perhatian utama menjelang rangkaian balapan akhir pekan ini.

    Sepang merupakan salah satu sirkuit penting dalam kalender MotoGP. Karena itu, keluhan para pembalap menjadi peringatan bahwa kualitas permukaan lintasan bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan bagian penting dari standar keselamatan sebuah ajang balap dunia.

    Kini, perhatian tertuju pada bagaimana penyelenggara menangani kondisi lintasan agar balapan dapat berlangsung dengan aman.

      Ikuti kami di Facebook