Aspal Mandalika Tembus 59 Derajat, Panas Jadi Ujian Berat Pembalap MotoGP

    Caption: Sirkuit Mandalika.

    Dalam balapan motor, ban berperan penting untuk menjaga cengkeraman saat menikung, mengerem, dan berakselerasi. Perubahan temperatur permukaan lintasan dapat memengaruhi cara ban bekerja, sehingga tim perlu menyesuaikan pilihan ban dan pengaturan motor dengan kondisi aktual.

    Angin juga dapat menjadi faktor tambahan. Perubahan arah dan kekuatan angin berpotensi memengaruhi kestabilan motor, terutama ketika pembalap melaju di lintasan lurus atau memasuki tikungan. Namun, dampaknya bergantung pada kondisi angin saat balapan berlangsung.

    Musim Kemarau Tak Menghilangkan Risiko Perubahan Cuaca

    Balapan Mandalika tahun ini berlangsung pada Oktober, ketika kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia masih bervariasi. Karena itu, anggapan bahwa musim kemarau selalu berarti cuaca panas tanpa hujan tidak sepenuhnya tepat.

    Prakiraan BMKG untuk Kabupaten Lombok Tengah pada Minggu (11/10/2026) menunjukkan kondisi cerah berawan dengan suhu udara sekitar 23–33 derajat Celsius.

    Prakiraan tersebut menggambarkan kondisi cuaca di wilayah setempat, bukan temperatur permukaan aspal di sirkuit. Kondisi aktual di lintasan juga dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca.

    Jika hujan turun, tantangan bagi pembalap dapat berubah. Permukaan lintasan yang basah menuntut penyesuaian terhadap ban, pengereman, dan cara menjaga kestabilan motor. Sistem drainase pun menjadi bagian penting untuk membantu mengalirkan air dari lintasan.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook