
MGPA menyatakan pemeriksaan drainase dilakukan secara berkala, terutama untuk mengantisipasi periode dengan intensitas hujan tinggi.
Mandalika digunakan untuk tiga kelas utama dalam rangkaian Grand Prix, yakni Moto3, Moto2, dan MotoGP. Ketiganya memakai lintasan sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan, terdiri atas enam tikungan kiri dan 11 tikungan kanan.
Meski berada di sirkuit yang sama, tuntutan balapan di setiap kelas tidak sepenuhnya identik. Perbedaan karakter motor, kecepatan, pengaturan teknis, serta strategi tim membuat setiap kelas memiliki tantangannya masing-masing.
Pada MotoGP, tenaga dan kecepatan motor yang lebih tinggi membuat pengelolaan performa serta kestabilan menjadi perhatian penting. Sementara itu, persaingan di Moto2 dan Moto3 juga menuntut pembalap menjaga konsistensi, memilih jalur balap yang tepat, dan mengelola ban sepanjang perlombaan.
Karena itu, kondisi panas di Mandalika bukan persoalan satu pembalap atau satu kelas saja. Seluruh tim harus membaca kondisi lintasan dan menyesuaikan strategi berdasarkan data serta situasi yang mereka hadapi.
Menjelang balapan, MGPA meningkatkan intensitas pemeliharaan sirkuit, termasuk pemeriksaan permukaan aspal dan fasilitas pendukung keselamatan. Pengelola menyatakan kondisi aspal secara umum masih baik dan aman, dengan sejumlah goresan yang ditangani melalui metode pemeliharaan yang sesuai.
Kesiapan lintasan menjadi penting karena pembalap membutuhkan permukaan yang konsisten untuk mengerem, menikung, dan berakselerasi pada kecepatan tinggi.