Scroll untuk baca artikel
Bangka Tengah

Algafry: Perlu Data Satu Pintu Tentang Kemiskinan

188
×

Algafry: Perlu Data Satu Pintu Tentang Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
IMG 20230414 WA0014

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Bangka Tengah bersama Forkopimda dan Seluruh OPD melakukan rapat mengenai penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia secara Daring di Ruang rapat VIP Bupati Bangka Tengah, Jumat (14/4/2023).

Rapat ini adalah rangkaian acara roadshow yang dilakukan Menteri Koordinator PMK RI untuk penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim yang dilakukan di seluruh Provinsi dan hari ini adalah Provinsi Bangka Belitung.

Dari data yang di himpun Menteri Koordinator PMK RI kemiskinan ekstrim di Bangka Tengah mencapai 0,8 persen dengan capaian stunting 15,4 persen.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, perlunya data terpadu satu pintu tentang kemiskinan di Bangka Tengah karena banyak yang keluar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) namun kemiskinan tak berkurang.

“Kami fokus kemiskinan tapi harus dengan data yang terpadu karena banyak warga kami keluar dari DTKS tapi tak ada penurunan kemiskinan, ” ucapnya.

Algafry menyebutkan, jika data kemiskinan dan stunting yang ada sekarang terlalu banyak dari berbagai OPD dan juga instansi lain sehingga tumpang tindih.

“Kita dapat data dari BKKBN, dapat data dari Dinas Sosial dari Dinas kesehatan BPS dan sumber lainnya. Ini jadi tumpang tindih, jadi kita perlu data terpadu satu pintu agar datanya akurat dan penanganan tepat, ” jelas kepada intrik.id.

Algafry juga menjelaskan, jika pihaknya sedang membangun beberapa sanitasi masyarakat di daerah pesisir yang belum ada jamban dirumahnya.

“Warga kami ini banyak yang di pesisir. Jadi mereka anggap jamban gak penting, makannya kami sedang membuat program sanimas agar masyarkat pesisir sada pentingnya jamban, ” jelas Bupati Bangka Tengah itu.

Algafry juga menegaskan, pihaknya sangat yakin akan penurunan angka stunting dan juga kemiskinan ekstrim di Bangka Tengah akan menurun drastis.

“Kita yakin kalau kemiskinan ekstrim akan mencapai 0 dan stunting hanya 1 digit saja, ” tegas Algafry.

Algafry juga mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, Baznas Bangka Tengah dan beberapa perusahaan yang ada dilokasi stunting yang besar.

“Semua sudah kita koordinasikan untuk penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim. Maka kita yakin, 2024 kita akan bebas kemiskinan ekstrim dan stunting hanya 1 digit atau dibawah 10%, ” lanjutnya.

Algafry berharap, dengan koordinasi dan intervensi yang diberikan makan Pemkab Bateng dapat terus memberikan solusi kepada masyarakat.

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas