
Disebutkan Ahmad, terdapat kurang lebih 1.000 dulang yang sudah dipersiapkan pada tradisi Ruwah Kubur serta tablig akbar yang diisi dengan tausiah oleh Ustaz H. Kemas Mahmud di Masjid Al-Ihsan.
“Ruwah kubur ini tidak menyasar segala generasi, bagaimanapun ini adalah tradisi, budaya, dan adat yang sudah turun temurun dari dulu serta memiliki banyak manfaat, jadi kita harapkan baik itu generasi tua maupun muda dapat saling merangkul dan bersemangat untuk melestarikan ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Mirhamza (42), warga Desa Keretak berharap kegiatan tradisi ruwah kubur ini dapat terus semakin meriah, ditingkatkan hingga berlanjut.
“Dari saya lahir hingga sekarang, tradisi ini sudah ada dan berjalan terus menerus. Melalui tradisi ini juga kita bisa saling mengenal dan menyapa baik itu tua maupun muda sehingga harapannya kegiatan syiar ini dapat semakin ditingkatkan dan dimeriahkan,” ungkap Mirhamza.