
Tiga wilayah disebut memiliki potensi kemunculan titik api yang cukup tinggi, yakni Kecamatan Bukit Intan, Gabek, dan Gerunggang.
“Faktornya ada alam, seperti kemarau, suhu tinggi dan angin kencang. Tetapi faktor manusia juga cukup besar, seperti membuka lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan, dan membakar sampah,” ujarnya.
Memasuki September, kejadian kebakaran masih terus terjadi. Hingga 7 September 2026, BPBD mencatat sudah ada 13 kejadian kebakaran di wilayah Pangkalpinang.
Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan menjadi penting, terutama karena sebagian lahan kering berada tidak jauh dari kawasan permukiman.
Di sisi lain, BPBD Kota Pangkalpinang masih menghadapi keterbatasan armada. Saat ini BPBD hanya memiliki satu mobil suplai air dan belum memiliki mobil pemadam kebakaran sendiri.
Mobil tersebut selama ini digunakan untuk mendukung kebutuhan penanganan kebakaran, termasuk menyuplai air bagi petugas pemadam kebakaran. Namun, kendaraan yang sama juga harus digunakan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.