
Ciri-ciri yang dapat diamati:
Perbedaannya: Jika masalah paling terasa ketika mobil diam dan membaik saat melaju, aliran udara melalui kondensor dan kinerja kipas perlu menjadi prioritas pemeriksaan.
Cara mengatasi: Bersihkan kondensor dengan metode yang aman, lalu periksa kipas, motor kipas, relay, dan sistem kontrolnya.
Gejala utama: Hembusan angin dari ventilasi terasa lemah.
Filter kabin menahan debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang penumpang. Filter yang tersumbat membatasi aliran udara sehingga kabin lebih sulit mencapai suhu yang diinginkan.
Ciri-ciri yang dapat diamati:
Perbedaannya: Pada filter tersumbat, masalah paling menonjol adalah volume angin yang keluar, bukan semata-mata suhu udara. Jika angin lemah pada semua tingkat blower, filter dan jalur udara perlu diperiksa.
Cara mengatasi: Bersihkan atau ganti filter kabin sesuai petunjuk pabrikan. Jika angin tetap lemah, periksa blower dan evaporator.
Gejala utama: Angin AC awalnya normal, kemudian melemah setelah AC digunakan beberapa waktu.
Evaporator menyerap panas dari udara kabin. Kotoran dapat menghambat aliran udara, sedangkan es yang terbentuk pada evaporator dapat menutup jalur udara.
Ciri-ciri evaporator kotor:
Ciri-ciri evaporator membeku:
Perbedaannya: Bau apek lebih mengarah pada kemungkinan penumpukan kotoran atau kelembapan, sedangkan angin yang awalnya normal lalu melemah dan pulih setelah jeda dapat mengindikasikan pembekuan evaporator.
Cara mengatasi: Periksa kebersihan evaporator, aliran udara, sensor suhu, dan sistem pengaturan refrigeran. Pembekuan yang berulang harus diperiksa penyebabnya, bukan sekadar diatasi dengan mematikan AC sementara.
Gejala utama: Angin sangat lemah atau tidak keluar sama sekali dari ventilasi.
Blower bertugas meniupkan udara melewati evaporator menuju kabin. Gangguan blower membuat udara dingin tidak tersalurkan dengan baik.