
“Jadi tingkatan di tapak suci ada siswa, kader sampai pendekar. Dimana kalau siswa menjadi 5 bagian dari siswa dasar sampai siswa IV, kader menjadi kader dasar sampai utama dan pendekar menjadi pendekar muda sampai besar. Semuanya ada 5 bagian yang ditandai di sabuk dengan melati,” ucap Johan.
Ia mengungkapkan, setiap kenaikan tingkat berbeda-beda cara ujian, waktu dan tingkat kesulitannya bahkan bisa mencapai satu minggu.
“Kalau dari siswa ke kader biasanya kami 2 atau 3 hari seperti sekarang, mereka ujian dari pukul 19.30 selepas isa sampe besok. Nanti mereka akan istirahat tidur sebentar isi energi dan akan dibangunkan sebelum subuh. Kalau ke tingkat pendekar sampai satu minggu dan tingkatnya lebih sulit lagi,” ungkapnya.
“Kalau kader kayak sekarang masih ada pendampingan, terus gak terlalu lepas di alam liar, kalau pendekar benar-benar di alam liar. Ujiannya juga meliputi kesehatan fisik bela diri, keislaman dan kemuhamadiyahan dan pengetahuan organisasi yang dibagi jadi 3 pos ujian,” lanjutnya.
Johan juga menegaskan, setiap ujian yang dilakukan tetap mengacu pada keselamatan kader yang ikut ujian.