
Karena fitur bluetooth ini tetap searching device kamu sehingga mengurangi daya baterai. Bukan cuma itu, kamu juga perlu menonaktifkan fitur GPS, karena fitur GPS ini akan tetap berjalan di latar HP kamu sehingga memakan daya HP kamu.
Cara mengatasi HP panas berikutnya adalah dengan menonaktifkan data seluler dan WiFi. Jika kamu sudah menonaktifkan bluetooth dan GPS, tapi HP kamu masih panas coba deh kamu nonaktifkan data seluler dan WiFi.
Karena kedua fitur tersebut tetap mencari sinyal yang kuat sehingga memakan banyak daya. Apalagi saat WiFi lemot, dimana HP akan mencari sinyal kuat. Nah, daya yang digunakan ini mempengaruhi mesin dan baterai HP sehingga menyebabkan HP cepat panas.
Cara mengatasi HP panas selanjutnya adalah dengan istirahatkan HP sebentar. Setelah kamu menonaktifkan fitur bluetooth, GPS, data seluler dan WiFi, maka cara selanjutnya kamu diamkan saja HP sebentar. Gunanya untuk mengistirahatkan HP kamu agar tidak bekerja dengan berat.
Selain itu, mengistirahatkan HP ini berguna untuk mendinginkan mesin dan baterai HP kamu yang panas, serta mengindari kemungkinan buruk yang terjadi seperti HP meledak. Jadi, lebih baik kamu diamkan dan letakan HP di tempat yang aman.
Cara mengatasi HP yang cepat panas berikutnya adalah dengan memastikan menggunakan charger original. Pada umumnya, penyebab HP cepat panas karena daya yang masuk tidak sesuai dengan standarnya. Sehingga baterai terpengaruh dan membuat HP menjadi panas.
Oleh sebab itu, kamu harus menggunakan charger original. Makanya kamu harus tau cara membedakan charger yang original dan palsu. Sehingga kamu tidak terkena penipuan dari penjual yang menjual charger palsu dengan alih-alih charger original.
Cara mengatasi HP yang cepat panas selanjutnya adalah dengan uninstall aplikasi yang tidak digunakan. Sama seperti cara mengatasi aplikasi yang force close, biasanya aplikasi yang tidak digunakan ini tetap berjalan di latar belakang HP sehingga tetap menggunakan daya baterai.