
Dall-E 2 juga dapat digunakan untuk menghasilkan gambar dalam berbagai format seperti vektor, raster, hingga 3D.
Platform berbasis AI yang satu ini didirikan oleh tiga orang ilmuwan AI bernama Vikram Chatterji, Atindriyo Sanyal, dan Yash Sheth. Mereka bertiga merupakan mantan pemimpin bidang pengembangan AI di perusahan Google, Apple, dan Uber AI.
Platform yang mereka bangun ini berfokus kepada ide desain User Interface (UI) atau yang berarti desain antar muka. GalileoAI bekerja hanya dengan kita mendeskripsikan sebuah kalimat ataupun kata.
Keunggulan lainnya yang dimiliki Galileo AI adalah kemampuannya untuk memperkirakan penggunaan warna yang paling efektif untuk desain UI. Galileo AI juga dapat membantu desainer grafis dalam membuat desain UI yang lebih user-friendly dan mudah digunakan oleh pengguna.
Selanjutnya ada platform AI yang dikembangkan oleh perusahaan raksasa software, Microsoft. Sama seperti platform desain grafis berbasis AI lainnya, Microsoft Designer juga memiliki fitur utama berupa text-to-art, yang artinya dapat sebuah gambar hanya dengan mendeskripsikan sebuah kalimat.
Agar hasil sesuai dengan kebutuhan desainer grafis, platform ini memanfaatkan teknologi machine learning dan neural networks untuk menghasilkan desain grafis.
Microsoft Designer dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat membantu desainer grafis dalam mempercepat proses desain, seperti kemampuan untuk membuat layout otomatis, menempatkan elemen desain dengan mudah, dan memilih kombinasi warna yang tepat untuk desain mereka.
Selanjutnya ada Cleanup Pictures sebagai platform berbasis AI yang dapat membantu desainer grafis. Platform ini dirancang khusus untuk membantu desainer grafis dalam mengedit, memperbaiki gambar, hingga menghilangkan background gambar.