
Tidak hanya sampai disitu narasumber juga menyampaikan bahwa bukan hanya ventilator saja yang hilang. Dikabarkan Defibrilator bantuan BNPB tahun 2022 juga mengalami nasib serupa bersama ventilator.
“Bersama dengan ventilator ada juga alat kesehatan yang hilang, Defibrilator alat kejut listrik untuk mengembalikan irama jantung abnormal menjadi normal. alat ini Bantuan BNPB sebanyak 2 unit hilang merk Phillips Efficia itu satu unit harganya kalau tidak berubah RP. 203.445.524, nah RSUD Soekarno Babel menerima bantuan Defibrilator sebanyak 5 unit dari BNPB tahun 2022. Total anggaran 5 unit Defibrilator RP. 1.017.277.620,” ucap narasumber.

Di sisi lain, Kepala Bidang ( Kabid ) aset RSUD Soekarno Babel Badariah saat dikonfirmasi Redaksi INTRIK.ID Minggu ( 20/4/2025) sekira pukul 20 : 09 WIB. Menanyakan kebenaran hilangnya sejumlah alat kesehatan? Kabid tersebut mengatakan silahkan tanya Pimpinan.
“Waalaikumsalam wr wb. Kepimpinan aja …maaf.. terimakasih,” jawab Badariah.
Di hari yang sama, Demi mengungkapkan kebenaran informasi hilangnya alat kesehatan RSUD Soekarno Babel. Redaksi INTRIK.ID kembali konfirmasi dengan kepala sarana dan Prasarana saudara Danu. Hasil konfirmasi muncul narasi dari perangkat HP yang sudah tersistem.