15 Coral Garden Ditenggelamkan di Pulau Putri

    INTRIK.ID, BANGKA — Sebanyak 15 coral garden ditenggelamkan PT Timah di Kawasan Pulau Putri, Desa Penyusuk, Kabupaten Bangka, Rabu (30/7/2025).

    Kegiatan itu dilakukan bersama kelompok nelayan dan Yayasan Sayang Babel Kite dan juga para investor di Stockbit.

    Penenggelaman coral garden ini merupakan bagian dari kontribusi nyata PT Timah dalam menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat nelayan. Hal ini juga selaras dengan implementasi Environmental dalam ESG.

    Tak hanya berdampak pada aspek lingkungan, inisiatif ini juga menyentuh aspek sosial, karena memberikan manfaat langsung bagi nelayan lokal. Dengan meningkatnya populasi ikan diharapkan para nelayan dapat lebih mudah mendapatkan hasil tangkapan yang berkelanjutan tanpa harus melaut terlalu jauh, sehingga dapat menekan biaya operasional dan risiko keselamatan kerja.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Salah satu nelayan yang terlibat dalam proses penenggelaman coral garden Ramadan mengatakan, coral garden yang dilaksanakan PT Timah telah dirasakan manfaatnya terutama dalam hal peningkatan hasil tangkapan.

    “Dengan adanya coral garden dari PT Timah kami bisa melaut lebih dekat dan sudah tahu titiknya ada dimana saja. Jadi sudah ada tujuan dalam melaut. Hasil tangkapan juga sudah mulai meningkat,” katanya.

    Menurutnya, dengan adanya coral garden dari PT Timah selain bisa meningkatkan hasil tangkapan nelayan juga mendukung pariwisata di kawasan tersebut.

    “Saya juga sering mengantarkan wisatawan ke pulau-pulau yang mau snorkeling dan coral garden maupun terumbu karang di sana mereka bisa melihat biota laut,” katanya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia berharap, nantinya program ini dilakukan secara berkelanjutan sehingga bisa terus meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

    Ketua Yayasan Sayang Babel, Indra Ambalika mengatakan mereka telah bekerja sama dengan PT Timah untuk melaksanakan penenggelaman artificial reef sejak tahun 2018 silam.

    “Penenggelaman artificial reef dalam bentuk transplantasi karang, fish shelter dan coral garden merupakan salah satu upaya untuk melakukan restorasi ekosistem laut. Artificial reef yang ditenggelamkan sudah menjadi karang alami,” kata Indra.

    Menurutnya, penenggelaman rumpon tidak hanya bagian dari upaya pengelolaan lingkungan tapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga mendukung sektor pariwisata.

    “Laut bangka bukan hanya untuk satu sektor, keberkahan laut bisa dimanfaatkan untuk kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ucapnya.

    Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan mengatakan, PT Timah berkomitmen melaksanakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan, salah satunya dengan melaksanakan inisiatif menjaga kelestarian laut salah satunya dengan penenggelaman artificial reef.

    “Penenggelaman coral garden diharapkan dapat menjaga ekosistem laut dan juga mendukung ekonomi masyarakat pesisir. Kedepan, coral garden ini diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata,” ujar Anggi. (*)

    Sumber: PT Timah

    Mungkin Suka Ini juga:
    Lurah dan Camat Apresiasi Respon Cepat Damkar PT Timah Atasi Kebakaran di Sawangan

    Lurah dan Camat Apresiasi Respon Cepat Damkar PT Timah Atasi Kebakaran di Sawangan

    Kelompok Nelayan Penganak Dapat Mesin Tempel hingga Kawat Bubu

    Kelompok Nelayan Penganak Dapat Mesin Tempel hingga Kawat Bubu

    Sepanjang 2025, 1.400 Pohon Sudah Ditanami PT Timah

    Sepanjang 2025, 1.400 Pohon Sudah Ditanami PT Timah

    Didukung PT Timah, 64 Tim Ikut Turnamen Domino Perdata

    Didukung PT Timah, 64 Tim Ikut Turnamen Domino Perdata

    Selama 2025, PT Timah Tbk Salurkan 10.366 Paket Sembako

    Selama 2025, PT Timah Tbk Salurkan 10.366 Paket Sembako

    52 Rumah Ibadah Dibantu PT Timah Selama 2025

    52 Rumah Ibadah Dibantu PT Timah Selama 2025

      Ikuti kami di Facebook