
Konsep olahraga yang dipadukan dengan wisata tersebut juga mulai menarik perhatian pelari dari luar daerah.
Salah satunya Angga, pelari asal Sumatera Selatan, yang mengaku sengaja datang lebih awal ke Koba. Selain mengikuti lomba, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berlibur dan menikmati suasana Bangka Tengah.
“Sambil liburanlah, lihat-lihat Bangka. Hari ini saya sudah sampai di Koba, menginap di Koba,” katanya.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang bagi Koba untuk memperkenalkan potensi daerahnya melalui olahraga.
Dengan memadukan aktivitas lari, hiburan, budaya lokal dan wisata, Koba Healing Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Koba sebagai salah satu tujuan sport tourism di Bangka Belitung.