
Ia melanjutkan, hingga saat ini perizinan PT Timah untuk menambang di laut Beriga masih dipertanyakan karena masih belum ada kejelasan.
“Mereka bikin izin dengan manipulasi. Apakah itu masih mencoba masuk. Katanya mereka diterima, buktinya kami warga masih kekeh menolak penambangan PT Timah. Bagaiman nanti alam kita kalau dihancurkan. Jangan biarkan muncul kasus yang lebih tinggi dari 271 T, ” ujar pria yang namanya tak mau disebutkan itu.